Puasa Ramadan Tidak Langsung Berat, Tapi Bertahap

Menariknya, puasa Ramadan tidak langsung diwajibkan secara mutlak. Pada awalnya, umat Islam diberi pilihan: berpuasa atau menggantinya dengan fidyah, yaitu memberi makan orang miskin. Namun, setelah iman umat semakin kuat, puasa Ramadan pun ditetapkan sebagai kewajiban penuh bagi setiap Muslim yang mampu.

Di masa awal Islam, menjalankan puasa Ramadan bukanlah hal yang mudah. Saat itu, Ramadan sering bertepatan dengan musim panas yang terik. Makanan pun sangat terbatas—kadang hanya kurma dan air. Bahkan dalam kondisi berpuasa, kaum Muslimin masih harus menghadapi peperangan besar seperti Perang Badar, di mana 313 pasukan Muslim berhadapan dengan 1.000 pasukan Quraisy.

Aturan Puasa yang Diringankan oleh Allah

Pada awalnya, umat Islam juga menghadapi aturan puasa yang sangat berat. Jika seseorang tertidur setelah berbuka, maka ia tidak diperbolehkan makan dan minum hingga keesokan malam. Artinya, puasa bisa berlangsung hampir 24 jam penuh.

Salah satu peristiwa penting terjadi pada seorang sahabat dari kaum Anshar bernama Qais bin Shirmah. Ia bekerja keras di kebun kurma. Saat pulang untuk berbuka, makanan belum tersedia. Ia tertidur dalam keadaan lapar dan akhirnya pingsan keesokan harinya saat bekerja.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________