Puasa Para Nabi dan Umat Terdahulu
Puasa juga dijalankan oleh Nabi Nuh AS dan nabi-nabi setelahnya. Bahkan Bani Israil mengenal puasa sebagai bentuk syukur dan ibadah. Salah satu peristiwa besar adalah ketika Nabi Musa AS dan Bani Israil diselamatkan Allah dari kejaran Firaun. Laut terbelah, dan pasukan Firaun tenggelam tanpa daya.
Sebagai ungkapan syukur atas keselamatan itu, Nabi Musa berpuasa. Tradisi ini kemudian dikenal sebagai puasa Asyura. Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah dan mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari tersebut, beliau bersabda bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti Nabi Musa. Sejak saat itu, Rasulullah pun menganjurkan puasa Asyura.
Ramadan dan Penyempurnaan Syariat Islam
Berbeda dengan puasa-puasa sebelumnya, puasa Ramadan memiliki kedudukan istimewa. Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 185, Allah menegaskan bahwa siapa yang menjumpai bulan Ramadan, maka hendaklah ia berpuasa.
Sejak turunnya perintah ini, puasa Ramadan menjadi satu-satunya puasa wajib bagi seluruh umat Islam, sementara puasa Asyura tidak lagi diwajibkan, melainkan menjadi sunnah.















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.