Summarize the post with AI
Soroti Inefisiensi Ekonomi Nasional
Prabowo juga menyoroti tingkat efisiensi ekonomi Indonesia yang dinilai masih tertinggal dibanding negara lain. Ia merujuk pada indikator ICOR (Incremental Capital Output Ratio), di mana Indonesia berada di angka sekitar 6,5—lebih tinggi dibanding negara seperti Korea Selatan, Singapura, dan Thailand yang berada di kisaran 4.
“Artinya kita sekitar 30 persen lebih tidak efisien dibanding negara-negara tersebut. Ini yang harus kita perbaiki,” tegasnya.
Menurutnya, potensi pemborosan anggaran masih sangat besar. Dengan total APBN mencapai sekitar Rp3.700 triliun, ia memperkirakan ruang efisiensi bisa mencapai puluhan miliar dolar AS.
Evaluasi Belanja Daerah dan Gaya Hidup Pejabat
Selain belanja pusat, Presiden juga menyoroti penggunaan anggaran di daerah. Ia menilai masih banyak pengeluaran pemerintah daerah yang tidak tepat sasaran, termasuk pembelian kendaraan dinas mewah.
Sebagai perbandingan, Prabowo mengaku memilih menggunakan kendaraan produksi dalam negeri untuk operasionalnya sebagai presiden.
“Kita harus memberi contoh. Pejabat bekerja untuk rakyat, bukan untuk kemewahan,” ujarnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.