Menatap tahun 2026, pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen dengan peluang mencapai 5,6 persen. Airlangga mengibaratkan kondisi perekonomian Indonesia saat ini seperti pesawat yang siap lepas landas.
“Seperti pesawat yang sempat akan lepas landas pada 1998 namun terganggu oleh krisis internasional. Kini, kita akan benar-benar lepas landas dalam dua tahun ke depan. Tentunya, mesin produksi—baik dari belanja pemerintah maupun investasi pelaku usaha dan Danantara—harus bergerak secara harmonis sebagai penggerak utama,” ujarnya.
Kolaborasi Multipihak Jadi Kunci
Acara bergengsi ini dihadiri oleh sejumlah duta besar negara sahabat, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, para pakar ekonomi, serta akademisi. Kehadiran mereka mencerminkan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas internasional dalam mewujudkan target ekonomi nasional.
Keikutsertaan Presiden Prabowo dalam forum ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah untuk mempertahankan optimisme ekonomi melalui kebijakan yang adaptif, kolaboratif, dan berwawasan jangka panjang. Pemerintah memandang momentum ini sebagai peluang krusial untuk memperkuat daya saing Indonesia di kancah global, menarik investasi lebih besar, serta membuka lapangan kerja berkualitas bagi seluruh rakyat.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.