Skema Pembiayaan Fleksibel dan Berkeadilan
Untuk memastikan program tidak membebani nelayan, pemerintah menawarkan skema pengembalian investasi yang sangat fleksibel dengan tenor hingga 11-12 tahun. Presiden menyebut kebijakan ini wajar mengingat pelaku usaha skala besar pun kerap mendapat fasilitas serupa.
“Pengusaha-pengusaha besar saja sering mengajukan kredit dengan jangka waktu belasan tahun, bahkan tidak jarang meminta restrukturisasi. Maka sangat adil jika nelayan kita juga mendapat kelonggaran serupa dengan periode pengembalian di atas 10 tahun,” ungkap Prabowo.
Koperasi Merah Putih: Jantung Ekonomi Desa Masa Depan
Paralel dengan pembangunan desa nelayan, pemerintah juga mempercepat realisasi Koperasi Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi pedesaan. Ratusan koperasi dijadwalkan segera beroperasi dalam waktu dekat, dari total hampir 30.000 unit koperasi dan gudang yang kini dalam tahap persiapan.
Setiap koperasi dirancang sebagai ekosistem ekonomi mandiri, dilengkapi gudang penyimpanan, cold storage, toko sembako, klinik kesehatan desa, apotek dengan harga terjangkau, serta layanan pembiayaan mikro berbunga rendah. Tujuannya jelas: memutus rantai ketergantungan masyarakat desa pada rentenir.
“Seluruh barang bersubsidi akan tersalur langsung melalui sistem ini. Akses langsung ke rakyat berarti tidak ada ruang untuk penyelewengan atau kebocoran,” tandas Presiden dengan tegas.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.