Summarize the post with AI

Lawatan kali ini menandai kunjungan ketiga Prabowo ke Rusia sejak resmi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Sebelumnya, ia telah mengunjungi Moskow pada 10 Desember 2025 dan Saint Petersburg pada pertengahan Juni 2025. Bahkan jauh sebelum dilantik, Prabowo yang kala itu masih berstatus presiden terpilih telah lebih dulu menemui Putin di Moskow pada Juli 2024.

Dalam setiap pertemuan tersebut, kolaborasi energi selalu menjadi inti pembicaraan, termasuk rencana pengembangan energi baru dan terbarukan serta teknologi nuklir untuk kepentingan damai. Putin sendiri telah menyatakan kesiapan penuh negaranya untuk bermitra dengan Indonesia dalam pengembangan energi nuklir.

Intensitas diplomasi energi Indonesia belakangan ini bukan tanpa alasan. Eskalasi konflik di Timur Tengah dan terganggunya distribusi minyak dunia akibat ketegangan di Selat Hormuz memaksa pemerintah bergerak cepat mengantisipasi potensi krisis pasokan energi nasional. Sebelum ke Rusia, Prabowo telah lebih dahulu menyambangi Jepang dan Korea Selatan dalam misi serupa.

Prabowo sendiri tak segan merespons kritik yang menyebutnya terlalu sering bepergian ke luar negeri. Di hadapan para menteri dan pejabat eselon I dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana, Jakarta, Rabu lalu, ia menegaskan bahwa perjalanan-perjalanan itu bukan perjalanan wisata, melainkan bagian dari tanggung jawab negara.



Follow Widget