Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan perintah keras kepada tiga pilar penegakan hukum dan fiskal negara untuk segera memutus mata rantai penyelundupan yang selama ini menggerogoti keuangan negara. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Kepolisian Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sasaran langsung instruksi presiden yang disampaikan dengan nada tegas di hadapan jajaran Kejaksaan Agung, Jumat (10/04/2026).
Di hadapan para pejabat tinggi negara tersebut, Prabowo tidak menyembunyikan keprihatinannya atas masih berlanjutnya kebocoran kekayaan negara akibat praktik penyelundupan yang dianggap belum tertangani secara optimal. Ia menegaskan bahwa ketiga institusi yang dipimpinnya masing-masing memiliki satuan khusus yang memang dibentuk untuk mencegah dan menindak praktik ilegal tersebut, namun kinerjanya dinilai masih harus jauh lebih ditingkatkan.
“Pekerjaan kita masih berat, perjalanan masih panjang, kebocoran masih terjadi, penyelundupan masih terjadi. Panglima TNI, Kapolri, Menteri Keuangan, anda punya lembaga-lembaga yang tugasnya adalah untuk menghentikan penyelundupan,” tegas Prabowo.
Presiden menekankan bahwa keberhasilan memberantas penyelundupan secara langsung akan berdampak pada membaiknya penerimaan negara. Selain itu, proses hukum yang tuntas terhadap para pelaku diyakini mampu memulihkan kerugian yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menguras potensi pendapatan nasional.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.