Summarize the post with AI
Bantuan Indonesia, lanjut Prabowo, akan diberikan dalam bentuk pengiriman pasukan penjaga perdamaian (peacekeeping forces), namun dengan syarat tertentu. Pengiriman pasukan tersebut baru dapat dilaksanakan apabila gencatan senjata benar-benar terjadi dan berhasil dijalankan dengan baik.
“Kalau memang gencatan senjata tercapai dan proses pembangunan dimulai, barulah Indonesia bisa ikut berpartisipasi,” ungkapnya.
Presiden juga mengingatkan bahwa Indonesia sebenarnya telah lama berkontribusi untuk kemanusiaan di Palestina melalui berbagai program. Bantuan tersebut dikelola melalui lembaga-lembaga nasional yang memiliki kredibilitas tinggi.
“Kita memiliki Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan lembaga-lembaga lainnya. Bahkan sebelum ini pun, Indonesia sudah membangun rumah sakit dan berbagai fasilitas lainnya di sana,” tutur Prabowo.
Penegasan Presiden ini diharapkan dapat mengakhiri spekulasi dan informasi yang tidak akurat mengenai komitmen finansial Indonesia terkait Bank of Palestine, sekaligus memperjelas posisi dan bentuk kontribusi nyata Indonesia untuk perdamaian dan kemanusiaan di Palestina.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.