Presiden juga menyoroti pentingnya menutup celah kebocoran anggaran dan mengoptimalkan pengelolaan aset milik negara. Dalam kesempatan itu, ia memberikan apresiasi khusus kepada Danantara, holding BUMN yang baru dibentuk, atas kinerjanya yang mencengangkan.
“Dari laporan sementara yang saya terima, hasil efisiensi dan reformasi yang Saudara lakukan sudah mencapai empat kali lipat dibandingkan tahun 2024. Ini pencapaian luar biasa, tetapi harus terus ditingkatkan,” puji Presiden.
Tidak berhenti di situ, Prabowo bahkan menaikkan target tingkat pengembalian aset (return on asset/ROA) untuk BUMN. Jika sebelumnya target ditetapkan 7 persen, kini ia menaikkannya menjadi di atas 8 persen.
“Kalian memasang target 7 persen, saya naikkan jadi 8 persen. Bahkan sekarang saya tingkatkan lagi. Harus bisa lebih dari 8 persen. Para menteri, bisa kan? Harus siap. Percaya sama saya, kalian sendiri akan kaget dengan hasilnya nanti,” tantang Presiden sembari tersenyum.
Dalam momentum yang sama, Prabowo kembali menegaskan komitmen kerasnya memberantas korupsi di seluruh lini pemerintahan dan sektor swasta. Dengan nada serius, ia menyatakan tidak akan ada toleransi sedikitpun terhadap praktik korupsi, meskipun tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan dalam penegakan hukum.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.