Summarize the post with AI
Tantangan Ekonomi di Tengah Perang Global
Dalam diskusi yang sama, Presiden juga merespons kekhawatiran ekonom Muhammad Faisal mengenai dampak perang terhadap ekonomi domestik, terutama terkait lonjakan harga minyak dunia yang sempat menyentuh 100 dolar per barel dan pelemahan rupiah hingga Rp17.000 per dolar AS.
Faisal mengingatkan bahwa jika kondisi ini berlangsung lama, pembengkakan subsidi energi bisa mencapai lebih dari 100 triliun rupiah, yang berpotensi menembus batas defisit APBN 3 persen dari PDB.
Presiden Prabowo menjawab dengan menjelaskan strategi efisiensi yang telah dilakukan, menghasilkan penghematan 308 triliun rupiah di tahun pertama pemerintahannya—sebagian besar dari pemangkasan pengeluaran yang dianggap berpotensi korupsi.
“ICOR Indonesia 6,5—tertinggi di kawasan. Korea, Singapura, Thailand hanya 4. Vietnam bahkan 3,6. Ini artinya kita 30 persen lebih tidak efisien. Dari APBN 3.700 triliun rupiah, jika kita gunakan standar ICOR regional, masih ada potensi penghematan besar,” ungkap mantan Panglima TNI itu.
Prabowo merinci berbagai pos penghematan yang telah dilakukan: biaya seremonial dipangkas, pembelian alat tulis kantor dikurangi 90 persen, sewa gedung untuk rapat di luar kota dihilangkan, dan biaya percetakan serta souvenir dipotong 75 persen.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.