PUNGGAWANEWS, MAKASSAR – Masih dalam rangkaian penilaian akhir PKN Tingkat II, pada hari Kamis 11 September 2025, di Auditorium Hasanuddin, Pusjar SKMP LAN diselenggarakan Seminar Policy Brief yang dihasilkan oleh peserta sejumlah 63 orang.
Dalam forum tersebut, Firdaus Hafid, S.S., ML.M.Ed., Widyaiswara Ahli Madya Pusjar SKMP LAN Makassar, memandu jalannya diskusi dengan hangat. Forum ini dirancang sebagai ruang terbuka bagi para peserta untuk mengembangkan sekaligus menyampaikan gagasan strategis mereka.
Empat kelompok tampil dengan tema yang beragam dan inovatif. Kelompok I mengusung “Bulukumba Tangguh Pangan” yang menekankan penguatan ketahanan pangan daerah. Kelompok II memaparkan “Menggapai Mimpi Harapan Lama Sekolah Bulukumba” sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas pendidikan.
Kelompok III menampilkan gagasan “Paris Gas Pool Pariwisata Bergerak, Polman Bersinar” untuk mengakselerasi pengembangan sektor pariwisata. Sementara itu, Kelompok IV menghadirkan policy brief “Halo Assami Era Baru Digitalisasi Polman” yang fokus pada transformasi digital daerah.
Melalui forum ini, para peserta tidak hanya berlatih merumuskan rekomendasi kebijakan, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas daerah. Hasil policy brief diharapkan dapat menjadi masukan strategis bagi pemerintah dalam mempercepat pembangunan yang berkelanjutan.
Setiap ide dituangkan dalam bentuk policy brief yang ditujukan sebagai solusi atas berbagai isu aktual di daerah masing-masing. Suasana semakin hidup dengan kehadiran Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., yang tampil sebagai narasumber dan memberikan perspektif akademis yang memperkaya pembahasan.
Dalam pemaparannya, Prof. Jamaluddin Jompa (JJ) menekankan bahwa keberadaan policy brief merupakan keniscayaan dalam tata kelola modern. “Di pemerintahan modern, rekomendasi kebijakan atau policy brief itu harus ada setiap saat,” ujarnya.
Namun, Prof. JJ mengingatkan bahwa ringkas saja tidak cukup. Pesan dalam policy brief harus jelas dan langsung dapat dipahami oleh pengambil keputusan. “Susahnya itu ringkas tapi harus jelas. Gak boleh ringkas tapi tidak jelas, ini mau bikin apa kita ini,” tegasnya.
Prof. JJ juga menyoroti pentingnya fokus pada isu yang relevan dan mendesak. “Policy brief harus fokus. Tidak bisa kita hanya mengatakan ‘ketahanan pangan perlu diperbaiki’, tapi tanpa arah yang bisa diimplementasikan,” jelasnya.
Menurutnya, data dan fakta merupakan pondasi utama. Tanpa itu, kebijakan hanya akan dibangun di atas opini. “Tidak ada policy brief tanpa data dan fakta yang akurat. Kalau datanya lemah, yang muncul hanya opini, bahkan hoaks,” katanya, seraya mengingatkan agar data yang digunakan selalu mutakhir. “Policy brief itu harus immediate dan urgent. Kalau datanya dua tahun lalu, urgensinya jadi tidak jelas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prof. JJ menekankan bahwa rekomendasi kebijakan harus dapat dijalankan secara nyata. “Rekomendasi itu harus konkret, realistis, dan bisa diimplementasikan. Bayangkan diri kita sebagai Bupati atau Wali Kota, apa kebijakan yang langsung bisa dijalankan?” ucapnya.
Ia menilai masih banyak laporan yang berhenti pada gejala tanpa mengupas akar persoalan. “Banyak laporan masih fokus pada gejala, bukan penyebab. Padahal kuncinya adalah root cause analysis, menemukan akar masalah secara akurat,” jelasnya.
Prof. JJ pun memperingatkan agar analisis kebijakan tidak terjebak pada prasangka. “Jangan membuat rekomendasi kebijakan berbasis asumsi. Asumsi itu yang menjebak, karena sering kali berbeda dari fakta di lapangan,” katanya.
Meski begitu, Prof. Jamaluddin Jompa tetap mengapresiasi kerja para peserta. “Saya anggap semua sudah lulus dengan nilai A. Tapi karena Bapak-Ibu adalah calon pemimpin bangsa, standar kita harus A+,” pungkasnya.
Dengan semangat “Bigger, Smarter, Better”, Pusjar SKMP LAN menutup rangkaian PKN Tingkat II Angkatan IX 2025 dengan keyakinan bahwa para peserta siap menjadi pemimpin adaptif, visioner, dan pembawa perubahan nyata bagi masyarakat.
Adekamwa – Humas Pusjar SKMP LAN



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.