Summarize the post with AI
“Takbiran adalah bagian dari ibadah, bukan sekadar tradisi seremonial. Mari kita isi dengan dzikir, takbir, dan doa sebagai wujud syukur kepada Allah SWT, bukan malah menciptakan kegaduhan yang merugikan,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk kembali merenungkan makna hakiki dari malam kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan. Pemkot berharap, suasana Idul Fitri tetap meriah dengan dentuman takbir dari masjid dan rumah-rumah warga, namun tanpa harus mengganggu kenyamanan publik.
Libatkan Tokoh Masyarakat dan Aparat Tingkat Bawah
Guna memastikan imbauan ini berjalan efektif, Pemkot Makassar akan melibatkan seluruh jajaran aparat pemerintahan tingkat bawah, mulai dari camat, lurah, hingga ketua RT/RW. Selain itu, tokoh masyarakat dan tokoh agama juga diminta turut serta dalam pengawasan di lapangan.
“Kami meminta peran aktif tokoh masyarakat untuk ikut mengawasi agar kegiatan takbiran berlangsung dengan tertib dan khidmat. Koordinasi antara warga dan aparat adalah kunci utama,” kata Munafri.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.