Summarize the post with AI
Menurutnya, standarisasi ini bukan dimaksudkan untuk menyeragamkan secara kaku, melainkan memastikan bahwa setiap imam memiliki kompetensi minimal yang sama dalam memimpin ibadah, sehingga kualitas pelayanan di seluruh masjid dapat merata.
Kurikulum Komprehensif dari Fikih hingga Tajwid
Program pembinaan yang digelar Pemkot Makassar ini dirancang dengan pendekatan komprehensif. Para imam mendapatkan materi yang mencakup berbagai aspek, mulai dari pendalaman fikih imamah, prosedur pelaksanaan salat sesuai sunnah Nabi, hingga solusi atas berbagai kendala teknis yang kerap muncul saat pelaksanaan salat berjamaah.
Tak hanya aspek ibadah praktis, pelatihan ini juga memberikan penguatan terhadap kualitas bacaan Al-Qur’an, khususnya dalam penerapan kaidah tajwid dan ketepatan makhraj huruf. Hal ini bertujuan memastikan bahwa setiap imam mampu membaca dengan fasih dan benar saat memimpin jamaah.
“Kami ingin memastikan bahwa ketika jamaah salat di masjid mana pun di Makassar, mereka mendapatkan pengalaman ibadah yang berkualitas, seragam, dan menenangkan hati,” tambah Munafri.
Imam sebagai Agen Transformasi Sosial
Lebih jauh, Wali Kota Makassar menekankan bahwa tanggung jawab imam tidak berhenti pada kepemimpinan ritual salat semata. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, imam mengemban peran vital sebagai rujukan dalam pemahaman ajaran Islam, baik yang berkaitan dengan ibadah maupun persoalan sosial keagamaan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.