PUNGGAWANEWS, SINJAI — Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, menghadiri rapat koordinasi virtual yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri mengenai percepatan penanggulangan tuberkulosis, Senin (29/9/2025). Rakor yang berlangsung dari Gedung Command Center Rumah Jabatan Bupati tersebut turut membahas implementasi program Makan Bergizi Gratis.
Bupati didampingi sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan dr. Emmy Kartahara Malik, Kepala Dinas Pendidikan Irwan Suaib, Direktur RSUD Sinjai dr. Kahar Anies, Kabid P2P Akhirani, serta jajaran Dinas Kesehatan Sinjai.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang memimpin rakor menekankan urgensi komitmen kepala daerah dalam menjalankan program pemerintah pusat. Ia mengingatkan pentingnya memastikan seluruh upaya penanganan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Kepala Dinas Kesehatan Sinjai dr. Emmy Kartahara Malik menuturkan, dalam rakor tersebut Mendagri memberikan arahan khusus terkait akselerasi penuntasan TBC kepada pemerintah daerah. “Kami juga diminta melaporkan perkembangan secara berkala, termasuk pembahasan mengenai program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya usai mengikuti rakor.
Merespons arahan tersebut, dr. Emmy menegaskan Pemerintah Kabupaten Sinjai telah berkomitmen penuh menuntaskan TBC secara terukur. Dari target 1.272 kasus, sebanyak 453 kasus atau sekitar 36 persen telah ditemukan dan ditangani.
Terkait program Makan Bergizi Gratis, Dinas Kesehatan menekankan pentingnya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi sebagai standar legal menjamin keamanan pangan yang disajikan. “Sertifikat higienis menjadi jaminan keamanan pangan bagi seluruh penyedia makanan. Sosialisasi dan pelatihan bagi penjamah makanan untuk memahami cara pengolahan makanan yang baik juga sangat krusial,” papar dr. Emmy.
Melalui rakor ini, Pemkab Sinjai akan memperkuat sinergi lintas sektor untuk mempercepat penemuan kasus TBC, meningkatkan keberhasilan pengobatan, mencegah penularan, serta memperkuat kolaborasi antarinstansi.
Rakor tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu’ti, serta perwakilan Badan Gizi Nasional.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.