Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, SINJAIPemerintah Kabupaten Sinjai melalui Dinas Kesehatan mengambil langkah cepat dalam merespons terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di wilayahnya pada tahun 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar rapat koordinasi pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak yang berlangsung di Command Center Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Rabu (1/4/2026).

Rapat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektor. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi dalam menekan penyebaran campak sekaligus memberikan perlindungan kepada kelompok rentan, khususnya anak-anak.

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas meningkatnya kasus campak yang terjadi secara nasional dalam dua tahun terakhir. Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan sebelumnya telah mengumumkan adanya peningkatan kasus hingga memicu KLB di sejumlah daerah, termasuk Sinjai.

Dalam forum tersebut, dibahas berbagai strategi penanganan, mulai dari rencana imunisasi massal, percepatan cakupan vaksinasi, hingga pemetaan wilayah berisiko tinggi. Selain itu, kesiapan tenaga kesehatan juga menjadi perhatian penting dalam mendukung pelaksanaan di lapangan.

Sekda Sinjai menegaskan bahwa pelaksanaan ORI campak menjadi langkah krusial untuk memutus rantai penularan. Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar kesadaran terhadap imunisasi semakin meningkat.

“Situasi ini merupakan kondisi luar biasa, sehingga diperlukan kerja nyata yang terukur dan tidak sekadar seremonial,” tegasnya.

Berdasarkan data terbaru, sejak Januari hingga akhir Maret 2026 tercatat 58 kasus campak yang tersebar di 18 desa dan kelurahan di Kabupaten Sinjai. Dua wilayah bahkan telah ditetapkan sebagai lokasi KLB, yakni Desa Alenangka dan Kelurahan Bongki.

Sebagai bagian dari respons darurat, pemerintah daerah menargetkan pelaksanaan ORI campak hingga pertengahan April dengan sasaran lebih dari 9.000 anak usia 9 hingga 59 bulan. Program ini diharapkan mampu menekan laju penularan serta mencegah meluasnya wabah di masyarakat.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat, Pemkab Sinjai optimistis upaya pengendalian campak dapat berjalan efektif dan melindungi generasi muda dari risiko penyakit menular tersebut.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________