Sementara itu Sekda Andi Jefrianto Asapa menegaskan bahwa FSVA bukan sekadar dokumen teknis, tetapi alat strategis yang membantu pemerintah daerah memahami kondisi lapangan secara lebih detail. Menurutnya, data yang dihasilkan dapat menjadi pijakan kuat dalam merancang kebijakan ketahanan pangan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“FSVA memberikan potret kondisi pangan hingga level paling bawah. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat lebih tepat menentukan program prioritas, mulai dari diversifikasi pangan, penanganan stunting, hingga peningkatan sarana pertanian,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan ini mampu menyelaraskan pemahaman seluruh peserta, sehingga kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan di Kabupaten Sinjai bisa berjalan lebih efektif.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan OPD terkait, camat se-Kabupaten Sinjai, serta unsur Badan Pusat Statistik.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________