Kepala daerah juga menegaskan pentingnya implementasi dari kesepakatan yang telah ditandatangani. Ia menginginkan agar kolaborasi ini tidak sekadar menjadi formalitas, melainkan menghasilkan program-program aplikatif yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Harapan saya, MoU ini segera diterjemahkan menjadi program-program yang konkret, dilaksanakan secara konsisten, dan dievaluasi secara berkala. Kita mengharapkan dunia kampus dapat memberikan sumbangsih nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan, mengembangkan ekonomi lokal, serta memberdayakan masyarakat secara menyeluruh,” jelasnya dengan tegas.
Dengan menggabungkan keahlian teknis di bidang pertanian dan peternakan dari Politani Pangkep serta kompetensi manajemen bisnis dan teknologi dari ITB Nobel Indonesia, Pemkab Sinjai yakin dapat melahirkan berbagai riset aplikatif dan inovasi yang dapat langsung dimanfaatkan oleh pelaku usaha pertanian dan peternakan di tingkat lokal.
Kolaborasi trilateral ini diproyeksikan menjadi katalisator utama dalam mendongkrak daya saing dan akselerasi pembangunan Kabupaten Sinjai ke depan, khususnya dalam mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi penyerahan plakat dan cendera mata sebagai penanda resmi dimulainya era kolaborasi jangka panjang antara institusi akademik dan birokrasi pemerintahan daerah dalam memajukan Kabupaten Sinjai.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.