PUNGGAWANEWS, NEW YORK – Pejabat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras serangan militer Israel yang menewaskan lebih dari seratus warga sipil Palestina dalam satu malam di Jalur Gaza. Mayoritas korban adalah anak-anak dan perempuan.

Volker Tรผrk, yang menjabat sebagai Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, menyampaikan kecaman kerasnya pada Rabu (29/10), menyebut tragedi tersebut sebagai peristiwa yang “sangat mengerikan”. Serangan udara Israel tersebut dilaporkan menyasar berbagai lokasi sipil, mulai dari kompleks hunian, kamp-kamp pengungsian, hingga gedung-gedung sekolah yang tersebar di berbagai wilayah Gaza.

Tรผrk Ingatkan Israel Soal Hukum Internasional

Dalam pernyataannya yang dikutip dari kantor berita WAFA, Tรผrk menegaskan bahwa aturan perang internasional telah dengan tegas mengatur perlindungan terhadap penduduk sipil dan infrastruktur non-militer. Ia mendesak Israel untuk tunduk pada kewajiban-kewajiban internasionalnya berdasarkan hukum humaniter internasional.

“Israel harus mempertanggungjawabkan setiap bentuk pelanggaran yang terjadi,” tegas Tรผrk.

Pejabat PBB tersebut juga menyatakan keprihatinannya bahwa tragedi ini justru terjadi di tengah munculnya harapan baru bagi rakyat Gaza. “Sangat menyedihkan pembantaian ini berlangsung ketika masyarakat Gazaโ€”yang telah menanggung penderitaan begitu lamaโ€”baru saja merasakan secercah harapan bahwa lingkaran kekerasan yang tiada henti mungkin akan segera berakhir,” ujarnya.

Seruan Gencatan Senjata dan Perdamaian

Tรผrk menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam konflik untuk menunjukkan niat baik dalam menjalankan kesepakatan gencatan senjata. Ia secara khusus mendesak negara-negara yang memiliki pengaruh signifikan untuk menggunakan segala kemampuannya guna memastikan kepatuhan terhadap kesepakatan tersebut.

“Dua tahun belakangan ini telah mendatangkan penderitaan dan kesengsaraan yang tak terbayangkan, serta kehancuran yang hampir menyeluruh di Gaza. Kita tidak boleh membiarkan peluang menuju perdamaian dan jalan menuju masa depan yang lebih adil dan aman ini tersia-siakan,” tandas Tรผrk dengan penuh penekanan.

Kronologi Serangan dan Respons Israel

Serangan udara intensif yang dilakukan pasukan Israel terjadi pada Selasa malam waktu setempat. Menurut keterangan militer Israel, operasi tersebut merupakan respons atas aksi kelompok militan Palestina yang menewaskan seorang anggota tentaranya, yang dinilai sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang tengah berjalan.

Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa sasaran operasinya mencakup para petinggi kelompok Hamas hingga jaringan terowongan yang diduga digunakan untuk aktivitas militer. Namun, fakta di lapangan menunjukkan korban sipil yang jatuh mencapai 104 jiwa, dengan proporsi besar adalah anak-anak dan perempuan.

IDF mengklaim serangan tersebut menargetkan puluhan anggota berbagai faksi militan, termasuk dua komandan setara batalion, dua wakil komandan batalion, dan 16 komandan kompi dari Hamas serta kelompok-kelompok militan lainnya.

Target operasi juga meliputi pos-pos observasi, lokasi manufaktur persenjataan, titik peluncuran roket, dan sistem terowongan bawah tanah, menurut keterangan resmi IDF.

Pihak militer Israel mengakui belum dapat mengonfirmasi apakah para komandan Hamas yang menjadi target utama benar-benar tewas dalam operasi tersebut. Namun, IDF menyebutkan berhasil melumpas beberapa militan yang disebut terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023 ke wilayah Israel.

Data Korban dari Kementerian Kesehatan Gaza

Kementerian Kesehatan yang berada di bawah pemerintahan Hamas di Gaza merilis data korban yang berbeda dengan klaim Israel. Menurut lembaga tersebut, dari total 104 korban tewas sejak Selasa, sebanyak 46 orang adalah anak-anak dan 20 orang adalah perempuan, sebagaimana dilansir Reuters.

Disparitas data ini kembali menyoroti kompleksitas konflik di Gaza, di mana versi peristiwa antara pihak Israel dan Palestina kerap berbeda secara signifikan.

Gencatan Senjata yang Rapuh

Serangan ini terjadi di tengah implementasi gencatan senjata yang dinilai banyak pihak masih sangat rapuh. Insiden saling serang antara Israel dan kelompok-kelompok militan Palestina terus membayangi upaya perdamaian yang tengah digalakkan oleh komunitas internasional.

Komunitas internasional, termasuk PBB, terus mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dan mematuhi kesepakatan gencatan senjata demi kepentingan kemanusiaan, terutama perlindungan terhadap warga sipil yang menjadi korban terbesar dalam konflik yang berkepanjangan ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada indikasi penurunan ketegangan di wilayah Gaza, sementara masyarakat internasional terus memantau perkembangan situasi dengan penuh kekhawatiran.



Sumber: WAFA, Reuters, The Times of Israel

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________