Summarize the post with AI
Ariany menekankan pentingnya menanamkan kebiasaan membaca dan menulis sejak usia dini. Kegiatan menulis, menurutnya, memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak, mulai dari melatih sensorik hingga meningkatkan kemampuan motorik.
Gerakan literasi ini diharapkan mampu memantik bakat terpendam masyarakat Sinjai dari berbagai kalangan, mulai pelajar hingga tokoh masyarakat, untuk menuangkan ide, pengalaman, dan kearifan lokal dalam bentuk tulisan.
“Saya mengajak pegiat literasi untuk bersinergi. Pemerintah, lembaga Panrita, sekolah, perpustakaan, keluarga, dan media harus berjalan beriringan. Jadilah contoh nyata dengan rajin membaca dan berani menulis,” ajak Ariany.
Ketua Panitia Ilyas menjelaskan, program ini dirancang sebagai ruang tumbuhnya karya-karya baru yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menguatkan kualitas SDM Sinjai. Dalam acara peluncuran tersebut, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Kelas Menulis Petualangan antara Panrita Literasi Institute dengan beberapa sekolah dasar di Sinjai.
Selain itu, turut ditandatangani perjanjian kerja sama antara Panrita Literasi Institute dan Dewan Pimpinan Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Sinjai untuk memperluas jangkauan program literasi.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Sinjai Jadhi Wijaya, Kepala Kantor Kementerian Agama Sinjai, Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sinjai Rozalina A Mahyanto, serta sejumlah akademisi dan pegiat literasi.
Pembentukan Panrita Literasi Institute dan Perempuan Panrita diharapkan menjadi tonggak baru dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan di Kabupaten Sinjai. (adv)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.