Summarize the post with AI

Setahun kemudian, di Bukit Uhud pada 7 Syawal tahun ketiga Hijriah, 3.000 pasukan Quraisy yang haus dendam bergerak menuju Madinah. Rasulullah kembali memilih Mus’ab sebagai pembawa bendera. Mus’ab menatap panji itu lebih lama dari biasanya. Ia tahu — pasukan Quraisy bahkan telah membentuk unit khusus untuk menjatuhkan bendera Islam, karena mereka paham bahwa gugurnya bendera adalah gugurnya semangat seluruh pasukan.

Mus’ab menerimanya sambil tersenyum.

BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Pertempuran berkecamuk. Ketika kelengahan para pemanah membuka celah yang dimanfaatkan kavaleri Khalid bin Walid untuk menyerang dari belakang, situasi berbalik 180 derajat. Di tengah kekacauan itu, seorang prajurit musuh bernama Ibnu Qami’ah menerobos menuju Rasulullah.

Mus’ab menyadari bahaya itu. Ia tahu postur dan wajahnya sekilas mirip dengan Nabi SAW. Dengan sisa tenaganya, ia menerjang ke arah berlawanan — memancing Ibnu Qami’ah dan pasukannya menjauh dari Rasulullah, mengibarkan bendera Islam sambil berteriak keras menentang kematian.

Strategi itu berhasil. Namun Mus’ab kini terkepung seorang diri.

Pedang Ibnu Qami’ah menebas. Tangan kanan Mus’ab jatuh. Bendera Islam hampir menyentuh tanah — namun sebelum kain suci itu menjamah debu, Mus’ab menangkapnya dengan tangan kirinya. Ia berdiri kembali, mengibarkan bendera, dan melantunkan ayat:

“Wa maa Muhammadun illa Rasul, qad khalat min qablihir rusul…”

“Dan Muhammad hanyalah seorang utusan. Sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa orang utusan…”

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________