Summarize the post with AI

Penduduk Yatsrib terkejut. Mereka terbiasa dengan bahasa pedang dan sumpah serapah. Pemuda Quraisy ini datang membawa bahasa yang sama sekali asing bagi mereka: bahasa cinta dan kedamaian.

Nama baru pun melekat padanya: Al-Muqri’ — sang pembaca Al-Qur’an.

BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Keberhasilannya melampaui ekspektasi siapa pun. Ketika Usaid bin Hudhair — ksatria garang pemimpin suku Aus — datang dengan tombak terhunus untuk mengusirnya, Mus’ab hanya tersenyum dan berkata, “Duduklah sebentar dan dengarkan. Jika kau tidak suka, kami akan pergi.”

Usaid duduk. Ayat-ayat Al-Qur’an menembus benteng kemarahannya. Hari itu juga ia mengucapkan syahadat.

Yang lebih mengejutkan lagi: Saad bin Muad — tokoh paling ditakuti dan paling berpengaruh di seluruh Madinah — yang datang dengan amarah lebih besar, juga akhirnya tunduk di hadapan kebenaran yang dibawa Mus’ab. Dan ketika Saad bin Muad masuk Islam lalu berdiri di hadapan kaumnya Bani Abdil Ashal dan menyatakan bahwa ia mengharamkan dirinya berbicara dengan siapa pun di antara mereka sampai mereka beriman — sore itu juga, seluruh perkampungan masuk Islam tanpa tersisa satu orang pun.

Dalam waktu yang relatif singkat, nyaris tak ada satu rumah pun di Yatsrib yang tidak diterangi cahaya Islam. Mus’ab bin Umair telah berhasil melakukan apa yang tidak bisa dicapai oleh peperangan bertahun-tahun: mempersatukan hati masyarakat yang terbelah.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________