Summarize the post with AI

Bisikan Kebenaran di Lorong Jahiliah

Ketika nama Muhammad bin Abdullah mulai terdengar di majelis-majelis Quraisy — bukan sebagai pujian, melainkan sebagai cercaan dan ketakutan — Mus’ab mendengarnya dengan telinga yang berbeda dari para bangsawan di sekelilingnya.

BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Akal sehatnya bekerja. Muhammad, batinnya. Bukankah ia orang yang paling jujur di antara kami? Mengapa tiba-tiba ia berdusta? Dan untuk kepentingan apa? Ia tidak meminta harta, tidak meminta kekuasaan.

Kasur empuk Mus’ab terasa tidak nyaman. Kemewahan yang selama ini membuainya tiba-tiba terasa hambar. Ketika ia mendengar secara diam-diam bahwa Rasulullah dan para pengikutnya kerap berkumpul di rumah Arqam bin Abi Arqam di kaki Bukit Safa, sebuah keputusan besar pun diambil dalam senyap.

Sang Pangeran Mekah memutuskan untuk melangkah keluar dari istana kenyamanannya, menuju sebuah kebenaran yang berbahaya.

Malam yang Mengubah Segalanya

Pada suatu malam, sepatu Hadramaut yang biasa menghentak lantai marmer dengan angkuh itu melangkah senyap di atas pasir dingin. Mus’ab menyelinap menuju rumah Arqam, menghindari patroli Quraisy yang berjaga di lorong-lorong kota.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________