Summarize the post with AI

Rusia membangun sistem Glonass, Uni Eropa mengembangkan Galileo, dan China menciptakan BeiDou—semuanya untuk menghilangkan ketergantungan pada visibilitas langsung benda langit.

Prediksi Idul Fitri 2026: Potensi Perbedaan Kembali Terjadi

Berdasarkan simulasi menggunakan perangkat lunak astronomi, ijtima untuk 1 Syawal 1447 H akan terjadi pada 19 Maret 2026 pukul 06.23 WIB. Secara hisab, 1 Syawal jatuh pada 20 Maret.

Namun pada 19 Maret sore, posisi hilal di seluruh Indonesia akan sangat rendah. Bahkan di Banda Aceh, lokasi paling barat dengan posisi paling menguntungkan, tinggi hilal hanya 2 derajat 59 menit dengan elongasi 5 derajat 23 menit—keduanya di bawah kriteria MABIMS.

“Jika Kementerian Agama konsisten dengan kriterianya sendiri, mereka akan istikmal (menggenapkan) lagi. Idul Fitri akan ditetapkan 21 Maret. Padahal secara astronomi, hilal sudah terbentuk sejak 20 Maret pagi dengan ukuran tujuh kali lebih besar,” paparnya.

Ia menambahkan, pada magrib 19 Maret di Jakarta, persentase hilal sudah mencapai 0,24%—angka yang pasti terdeteksi secara matematis meski tidak terlihat mata telanjang.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________