Summarize the post with AI
Bukti Gerhana Bulan Total
Salah satu argumen kuat yang dikemukakan adalah fenomena gerhana bulan total pada 3 Maret lalu. Berdasarkan penelusuran katalog NASA selama 300 tahun (1800-2100), gerhana bulan total tidak pernah terjadi pada hari ke-13 kalender lunar. Peristiwa ini selalu jatuh pada hari ke-14, 15, atau maksimal ke-16.
“Jika 1 Ramadan ditetapkan 19 Februari, berarti gerhana terjadi hari ke-13. Ini tidak mungkin secara astronomi. Data 300 tahun membuktikan hal tersebut,” jelasnya sambil menunjukkan tabel perhitungan dari 62 kejadian gerhana bulan total yang ia analisis.
Dalam periode 1901-2000 saja, tercatat 29 gerhana terjadi hari ke-14 (41,4%), 31 kejadian hari ke-15 (44,3%), dan 10 kasus hari ke-16 (14,3%). Tidak ada satu pun yang jatuh pada hari ke-13.
Kritik Terhadap Kriteria Imkan Rukyat
Peneliti yang mengembangkan algoritma pemantauan posisi benda langit ini mengkritik keras kriteria Imkan Rukyat MABIMS (Menteri-menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura) yang menetapkan tinggi hilal minimal 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat.
“Kriteria ini adalah scientific blunder—kekeliruan ilmiah yang sangat berat. Hilal bertambah besar setiap detik dengan laju sekitar 0,03% per jam. Mengapa harus menunggu kriteria yang justru membuat kita tertinggal 12 jam dari negara yang lebih barat seperti Amerika?” kritiknya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.