Summarize the post with AI
Kerapian, kebersihan, dan wangi-wangian yang kita kenakan hanyalah “bungkus luar” yang seharusnya mencerminkan kekhusyukan hati dan kebersihan jiwa setelah sebulan penuh ditempa dalam ibadah puasa dan malam-malam penuh dengan tadarus serta qiyamul lail.
Penampilan Elok dengan Hati yang Tenang
Anjuran untuk tampil elok pada hari raya tetap harus dibarengi dengan sakinah (ketenangan jiwa) dan wiqar (kekhidmatan dan ketenangan dalam berperilaku). Renungkanlah: apa gunanya baju baru yang berkilau dan menawan, jika hati masih diselimuti oleh kesombongan dan riya’? Apa artinya wangi-wangian mahal yang menyeruak, jika lisan belum mampu memaafkan kesalahan orang lain? Apa makna penampilan sempurna di hadapan manusia, jika jiwa masih kosong dari rasa syukur kepada Allah?
Penutup: Kembali kepada Substansi
Idulfitri adalah momentum untuk menampilkan yang terbaik dari diri kita, tetapi bukan dalam pengertian materialistis. Yang terbaik adalah hati yang bersih, niat yang ikhlas, lisan yang lembut, dan sikap yang penuh kasih sayang.
Pakaian baru boleh-boleh saja, selama tidak menjadi beban ekonomi, tidak lahir dari niat pamer, dan tidak menjadikan kita lupa akan esensi sejati hari kemenangan itu.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.