Summarize the post with AI
Diriwayatkan dalam sebuah hadis bahwa Rasulullah saw. selalu memilih pakaian yang bagus secara estetika pada hari raya:
عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كاَنَ يَلْبَسُ بُرْدَ حِبَرَةٍ فِيْ كُلِّ عِيْدٍ
“Dari Ja‘far Ibnu Muhammad, dari ayahnya, dari kakeknya (dilaporkan) bahwa Nabi saw. selalu memakai wool (burdah) bercorak [buatan Yaman] pada setiap Id.” (HR. asy-Syafi‘i)
Burdah bercorak dari Yaman pada masa itu adalah pakaian yang indah dan rapi, namun tetap dalam batas kewajaran. Nabi Saw ingin menunjukkan bahwa menghadap Allah dan berkumpul dengan sesama Muslim harus dilakukan dengan penampilan yang layak dan menyenangkan pandangan mata.
Kesalahpahaman yang sering muncul adalah menyamakan kata “terbaik” dengan “terbaru”. Cucu Rasulullah Saw, Al-Hasan, pernah menyampaikan perintah kakeknya mengenai persiapan hari raya:
عَنِ اْلحَسَنِ السِّبْطِ قَالَ: أَمَرَناَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِيْ العِيْدَيْنِ أَنْ نَلْبَسَ أَجْوَدَ ماَ نَجِدُ وَأَنْ نَتَطَيَّبَ بِأَجْوَدِ ماَ نَجِدُ… وَأَنْ نُظْهِرَ التَّكْبِيْرَ وَالسَّكِيْنَةَ وَاْلوٍقَارَ.
“Diriwayatkan dari al-Hasan cucu Rasulullah saw. ia mengatakan: Kami diperintahkan oleh Rasulullah saw. untuk pada dua hari raya [Idulfitri dan Iduladha] memakai pakaian kami terbaik yang ada, memakai wangi-wangian terbaik yang ada… dan supaya kami menampakkan keagungan Allah, ketenangan dan kekhidmatan.” (HR. Al-Hakim)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.