Titik terang muncul pada Rabu, 21 Januari 2026, ketika tim SAR gabungan berhasil menemukan black box pesawat milik Indonesia Air Transport (EAT). Perangkat vital tersebut ditemukan masih melekat di bagian ekor pesawat, di sebuah tebing curam ratusan meter di bawah puncak gunung. Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) dilaporkan dalam kondisi relatif utuh.

Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Infanteri Dodi Priohadi, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim di tengah medan berisiko tinggi. Ia menjelaskan bahwa proses evakuasi black box menuju pos utama membutuhkan waktu dan kehati-hatian ekstra mengingat kontur ekstrem dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Penemuan black box bukanlah akhir dari operasi, melainkan awal dari upaya mengungkap kebenaran. Data teknis penerbangan, percakapan awak, serta keputusan-keputusan pada menit-menit terakhir akan menjadi kunci untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Di balik tragedi ini, Operasi Kemanusiaan Bulusaraung menjadi cermin jati diri bangsa. Bahwa dalam duka, Indonesia berdiri bersama. Keberanian tidak selalu lahir dari kekuatan fisik, melainkan dari ketulusan. Persaudaraan masyarakat Sulawesi Selatan terbukti menjadi kekuatan yang tak tergoyahkan oleh medan seberat apa pun.

Para awak pesawat gugur dalam menjalankan tugas hingga akhir. Para penolong mengerahkan tenaga dan jiwa tanpa pamrih. Masyarakat menunjukkan makna kemanusiaan yang sesungguhnya—bahwa dalam kesedihan, tak seorang pun berjalan sendirian.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________