BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Summarize the post with AI

Kedua, adab kepada Allah jauh lebih penting daripada sekadar doa yang panjang. Nabi Ayub tidak menumpahkan keluhan bertahun-tahun dalam satu kalimat protes. Ia memilih kalimat yang santun, yang penuh pengakuan akan kebesaran Allah. Dan Allah mendengar bukan karena panjangnya doa, melainkan karena dalamnya ketulusan.

Ketiga, kesabaran yang utuh dan tidak terputus di tengah jalan akan melahirkan balasan yang tak terhingga. Beda antara sabar sampai akhir dan sabar yang tanggal di tengah jalan adalah beda antara mendapatkan segalanya atau kehilangan sebagian dari janji-Nya.

Dan keempat, dalam setiap ujian yang menghimpit, ingatlah bahwa Allah tidak pernah lupa kepada hamba-Nya yang bertahan. Semakin berat ujian yang kita tanggung, semakin besar pula kasih sayang-Nya yang sedang disiapkan untuk kita.

Ramadhan adalah waktu terbaik untuk merenungkan kisah ini. Di saat kita sedang menahan lapar dan dahaga, di saat kita sedang berjuang melawan kelemahan diri, bayangkan Nabi Ayub yang delapan belas tahun menahan sesuatu yang jauh lebih berat — dan beliau tetap tersenyum kepada Tuhannya.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________