Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, MAKASSAR — Suasana Ruang Sipakatau Balaikota Makassar mendadak penuh ketegangan ketika Wali Kota Munafri Arifuddin meluapkan kekecewaannya secara terbuka atas carut-marutnya pengelolaan sampah di Kota Daeng. Dengan suara lantang dan penuh penekanan selama hampir 15 menit, Munafri memimpin Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah yang digelar di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jumat (10/4/2026).
Rapat tersebut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan strategis, antara lain Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku Dr. Azri Rasul, Ketua Dewan Lingkungan Hidup Melinda Aksa, seluruh camat, serta berbagai organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.
Munafri tidak menyembunyikan rasa frustrasinya. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah di Makassar bukan perkara baru yang tiba-tiba muncul, melainkan warisan masalah yang telah lama diketahui dan seharusnya sudah lama pula diselesaikan. Ia mengaku telah berkomunikasi intens dengan berbagai pihak, termasuk para tenaga ahli dan kepala pusat terkait, demi menemukan solusi yang benar-benar konkret dan terukur.
Namun yang paling menguras perhatiannya adalah kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ia sebut sebagai titik lemah paling krusial dalam penilaian Adipura. Sementara komponen penilaian di wilayah lain berjalan relatif baik, TPA justru menjadi batu sandungan yang menjatuhkan nilai secara keseluruhan. Sistem pembuangan terbuka atau open dumping yang masih berlaku dinilai memperparah kondisi lingkungan, ditambah dengan air lindi yang telah merembes hingga hampir 17 hektar ke kawasan permukiman warga.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.