PUNGGAWANEWS, SINJAI – Tepat satu tahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, duet kepemimpinan Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif dan Wakil Bupati A. Mahyanto Mazda membuktikan bahwa akronim “RAMAH” bukan sekadar slogan politik, melainkan arah kebijakan yang terukur dan berpihak pada rakyat.
Di bawah visi besar Sinjai Maju, Sejahtera, Mandiri, dan Berkeadilan yang dirajut dalam semangat “Sama-Samaki”, pemerintahan RAMAH menancapkan fondasi pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat dari infrastruktur, kesehatan, pendidikan, keagamaan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan dan lingkungan hidup.
Selama setahun, wajah pembangunan Sinjai bergerak nyata. Di sektor infrastruktur, sepuluh program strategis direalisasikan, mulai dari peningkatan ruas jalan prioritas seperti Laiya–Arabika, Mangottong–Saukang, hingga Matamatae–Tadi, rehabilitasi jembatan, pembangunan Pustu Biringere, sampai penguatan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Infrastruktur tak lagi menjadi janji, tetapi menjadi akses yang membuka konektivitas dan peluang ekonomi baru di berbagai pelosok.
Pada bidang kesehatan, kepemimpinan RAMAH berhasil mengembalikan status prioritas Universal Health Coverage (UHC) Jaminan Kesehatan Nasional. Melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) daerah yang didanai penuh APBD sekitar Rp3 miliar per bulan, ribuan warga kurang mampu mendapatkan jaminan layanan kesehatan tanpa batasan kuota. Kebijakan ini menegaskan keberpihakan pada kelompok rentan sekaligus memperkuat komitmen keadilan sosial di Bumi Panrita Kitta’.
Sektor pendidikan pun mendapat sentuhan strategis. Sebanyak 2.898 peserta didik baru jenjang SD dan SMP menerima bantuan seragam dan perlengkapan sekolah, termasuk penambahan baju batik pada tahun anggaran 2025. Tak hanya itu, 83 sekolah dari berbagai jenjang mendapatkan bantuan pembangunan dan rehabilitasi fisik dengan total anggaran lebih dari Rp31 miliar yang bersumber dari APBD dan APBN. Investasi besar ini menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama pemerintahan RAMAH.
Di bidang keagamaan, sebanyak 3.257 petugas keagamaan mulai dari guru mengaji, imam masjid, muadzin, hingga penyelenggara jenazah mendapatkan insentif rutin. Kebijakan ini tidak hanya memperkuat peran sosial-keagamaan, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan negara terhadap pengabdian di akar rumput.
Sementara pada sektor pertanian, dukungan terhadap petani diwujudkan melalui lima kali penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) sepanjang 2025. Mulai dari combine harvester, traktor roda dua dan roda empat, cultivator, hingga ribuan liter herbisida, insektisida, dan fungisida disalurkan ke berbagai kelompok tani. Program ini mempertegas orientasi pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Komitmen lingkungan hidup juga mendapat perhatian serius. Melalui program “Sinjai Bersih”, Pemkab mengalokasikan Rp2 miliar untuk pengadaan sarana kebersihan, termasuk mobil pengangkut sampah, kontainer, serta perbaikan armada lama. Langkah ini diiringi optimalisasi drainase dan ruang terbuka hijau demi menciptakan kota yang sehat, rapi, dan berkelanjutan.
Tak kalah strategis, program “Sinjai Terang” menghadirkan penerangan jalan yang lebih modern dan efisien, termasuk lampu hias di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Dr. Hamka yang mempercantik wajah ibu kota kabupaten. Pembangunan ini tidak hanya estetis, tetapi juga memperkuat rasa aman dan aktivitas ekonomi masyarakat pada malam hari.
Dalam mendukung agenda nasional, pemerintahan RAMAH menunjukkan sinergi kuat dengan program prioritas Presiden, termasuk Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan Tiga Juta Rumah. Inovasi “Bu Tani Sigap Lo” menjadi terobosan daerah yang mengintegrasikan peran BUMDes dan petani sebagai penyedia pangan lokal bergizi. Sementara program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menyentuh 103 warga kurang mampu dengan standar perbaikan menyeluruh, dari atap hingga sanitasi.
Bupati Ratnawati menegaskan bahwa capaian satu tahun ini adalah hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Alhamdulillah, capaian ini adalah buah kebersamaan kita semua. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan masyarakat dari desa hingga kota menjadi kekuatan utama. Mari kita terus bergandengan tangan, Sama-Samaki bangun Sinjai yang lebih maju dan berkeadilan,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Setahun kepemimpinan RAMAH menjadi fase konsolidasi sekaligus pembuktian. Dari kebijakan pro-rakyat hingga sinergi nasional, Ratnawati–Mahyanto menegaskan arah politik pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi pada dampak nyata bagi masyarakat. Sinjai kini melangkah dengan fondasi yang lebih kokoh, menatap tahun-tahun berikutnya dengan optimisme dan kepercayaan diri yang semakin kuat.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.