Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pasokan listrik nasional dalam kondisi aman hingga 2026, meskipun terjadi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada jalur pasokan energi global.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil usai memimpin rapat perdana Dewan Energi Nasional (DEN) yang berlangsung selama dua jam di Jakarta, Rabu. Rapat yang digelar atas arahan Presiden selaku Ketua Umum DEN ini membahas strategi ketahanan energi nasional di tengah penutupan Selat Hormuz akibat konflik regional.
Diversifikasi Sumber Impor Minyak Mentah
Bahlil menjelaskan, penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis perdagangan minyak dunia dengan volume mencapai 20,1 juta barel per hari, tidak akan mengganggu pasokan energi dalam negeri secara signifikan.
“Setelah kami lakukan analisis mendalam, ternyata impor minyak mentah kita dari Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz hanya berkisar 20-25 persen. Sisanya kami dapatkan dari Afrika, Angola, Amerika Serikat, serta Brazil,” ungkap Bahlil.
Pemerintah telah mengambil langkah antisipatif dengan mengalihkan sebagian pembelian minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat untuk menjamin kepastian pasokan. Untuk produk bensin dengan Research Octane Number (RON) 90, 93, 95, dan 98 yang masih diimpor, Indonesia tidak bergantung pada Timur Tengah melainkan dari negara-negara Asia Tenggara.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.