Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, BOGOR — Angin segar berhembus dari dunia riset peternakan nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan dukungan penuh terhadap inovasi pakan ayam berbasis probiotik dan antikoksi yang dikembangkan oleh peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Ivan Taufik Nugraha. Lebih dari sekadar dukungan moral, Amran bahkan berkomitmen membawa inovasi tersebut langsung ke hadapan Presiden Prabowo Subianto jika mampu memenuhi target yang ditetapkan.

Pernyataan itu disampaikan Amran saat mengunjungi Science Techno Park IPB di Bogor. Dengan nada antusias, ia mendorong para peneliti untuk tidak ragu melanjutkan riset mereka karena pemerintah siap menjadi pembeli dalam skala besar apabila inovasi tersebut terbukti berhasil di lapangan. Bagi Amran, riset yang tidak bermuara pada solusi nyata dan dampak ekonomi yang terukur bukanlah riset yang relevan dengan kebutuhan bangsa saat ini.

Dalam kunjungan tersebut, perhatian Mentan juga tertuju pada potensi luar biasa pengembangan ayam kampung melalui pendekatan berbasis riset. Ia membayangkan sebuah terobosan di mana ayam kampung yang selama ini dikenal lamban tumbuh bisa mencapai bobot satu kilogram hanya dalam rentang 30 hingga 40 hari. Baginya, pencapaian semacam itu bukan sekadar prestasi ilmiah, melainkan lompatan nyata yang akan mengubah wajah industri peternakan rakyat Indonesia.

Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin inovasi hanya menjadi pajangan di atas rak laboratorium. Setiap hasil riset yang terbukti unggul harus segera dihilirkan, diserap oleh pasar, dan dirasakan manfaatnya langsung oleh para peternak di seluruh pelosok negeri. Dengan kepastian serapan itulah, para ilmuwan dapat bekerja dengan lebih bergairah dan terarah.



Follow Widget