Summarize the post with AI
Meski demikian, upaya mewujudkan swasembada pangan masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah keberadaan mafia pangan, khususnya mafia beras. Pada akhir Juni 2025, Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan menemukan 212 merek beras kategori kelas premium (KKAP) yang diduga melakukan pelanggaran, mulai dari pengurangan volume hingga ketidaksesuaian standar kualitas.
Sebanyak 212 merek beras tersebut telah dilaporkan langsung kepada Kapolri dan Jaksa Agung. Selain itu, Satgas Pengendalian Harga Beras juga memberikan teguran kepada 789 pelaku usaha di sektor perberasan, mulai dari produsen, distributor, pedagang besar, hingga ritel modern.
Dalam rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Menteri Pertanian Amran Sulaiman melaporkan capaian kinerja sektor pertanian kepada Presiden Prabowo. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), potensi produksi beras nasional periode Januari hingga Desember 2025 mencapai 34,79 juta ton. Angka tersebut meningkat sebesar 4,17 juta ton atau naik 13,6 persen dibandingkan tahun 2024.
Amran menyebut peningkatan produksi tersebut telah cukup kuat untuk menopang ketahanan pangan nasional. Bahkan, berdasarkan data BPS dan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), lonjakan produksi pangan Indonesia tercatat sebagai yang tertinggi kedua di dunia dalam periode terakhir.
“Alhamdulillah, setelah satu tahun berjalan, produksi kita adalah yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Data ini berdasarkan BPS dan FAO. Pada 31 Desember 2025 pukul 24.00, Insya Allah Indonesia akan menyatakan swasembada pangan dan ini yang tercepat dalam sejarah,” ujar Amran.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.