Summarize the post with AI

Sebelumnya, usulan pengadaan motor listrik ini datang dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari strategi operasional program MBG, khususnya untuk menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini sulit diakses oleh kendaraan distribusi konvensional. Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa kendaraan tersebut difungsikan untuk mengantarkan makanan bergizi ke desa-desa terpencil yang menjadi lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.

“Ini untuk menjangkau desa-desa yang sangat sulit diakses. Motor listrik ini untuk menunjang operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi,” kata Dadan.

Motor-motor tersebut direncanakan disalurkan ke dapur-dapur MBG yang tersebar di berbagai daerah. Harga pasaran kendaraan itu berkisar Rp52 juta per unit, namun BGN mengklaim berhasil memperoleh harga pengadaan yang lebih rendah, yakni di kisaran Rp40 jutaan per unit.

Klarifikasi pemerintah ini muncul di saat yang sensitif, ketika Kementerian Keuangan tengah mendorong seluruh kementerian dan lembaga untuk memperketat disiplin fiskal dan memprioritaskan belanja yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat. Sejumlah pengamat kebijakan publik menilai langkah Menkeu memberikan penjelasan terbuka sebagai hal yang penting demi menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara, terlebih karena MBG merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang menyasar peningkatan gizi anak usia sekolah dan kelompok rentan.



Follow Widget