Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan utama dalam menyeimbangkan kekuatan ruh dan jasad.

Jamaah subuh yang dirahmati Allah,

Manusia terdiri dari dua unsur utama: badan dan ruh. Yang tampak oleh mata kita sebut badan—tersusun dari darah, daging, tulang, dan segala yang bersifat materi. Sementara yang tidak terlihat, namun menghidupkan badan itu, disebut ruh.

Tanpa ruh, badan hanyalah jasad tak bernyawa.

Menariknya, jauh sebelum Islam datang ke Nusantara, para leluhur kita telah memahami hakikat ini. Hal tersebut terekam jelas dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya:
“Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya.”
Urutannya tidak terbalik. Jiwa lebih dahulu, baru badan. Sebab ruh adalah penggerak, penentu arah, dan sumber kehidupan.

Ruh yang Suci, Badan yang Kotor

Ruh pada hakikatnya suci, karena berasal dari Allah. Ia membawa fitrah kebaikan, kejujuran, dan kecenderungan kepada kebenaran. Sedangkan badan—dengan segala kebutuhan biologisnya—cenderung pada syahwat, kelelahan, dan kekotoran.

Jika ruh tidak dibimbing, badan akan memimpin.
Jika badan yang memimpin, manusia mudah terjerumus pada hawa nafsu.
Namun jika ruh yang memimpin, badan akan tunduk dan berjalan di jalan yang lurus.

Inilah sebabnya mengapa Islam sangat menekankan ibadah: shalat, puasa, dzikir, dan tilawah. Semua itu bukan sekadar ritual, melainkan makanan bagi ruh.

Ketika Ruh Melemah

Banyak persoalan hidup hari ini—gelisah, marah, iri, rakus, dan kehilangan arah—bukan karena badan yang lemah, tetapi karena ruh yang lapar.

Badan diberi makan tiga kali sehari.
Ruh sering dibiarkan berhari-hari tanpa asupan.

Kajian subuh seperti ini sejatinya adalah upaya menghidupkan kembali ruh di waktu paling jujur, paling sunyi, dan paling diberkahi oleh Allah.

Menyeimbangkan Jiwa dan Raga

Islam tidak mengajarkan kita meninggalkan dunia. Badan tetap harus dijaga: bekerja, berusaha, dan berkontribusi. Namun semua itu harus berada di bawah kendali ruh yang sehat.

Ruh yang kuat akan:

  • Membuat hati tenang di tengah ujian
  • Menjaga lisan dari keburukan
  • Mengarahkan badan pada amal saleh

Sebaliknya, badan yang kuat tanpa ruh yang hidup hanya akan melahirkan kesombongan dan kehampaan.

Penutup

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Mari kita mulai hari ini dengan niat memperbaiki jiwa dan badan secara bersamaan. Bangunkan ruh kita dengan dzikir dan shalat. Kuatkan badan kita dengan amal dan kerja yang halal.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang hidup ruhnya, lurus jalannya, dan berkah umurnya.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________