Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS — Pertanyaan tentang sakaratul maut kerap hadir dalam benak manusia, meski sering kali terpendam dan terlupakan di tengah kesibukan dunia. Dalam perspektif Al-Qur’an, kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan secara berlebihan, melainkan sebuah kepastian yang disampaikan dengan bahasa yang halus, penuh makna, dan mengajak manusia untuk merenung.
Al-Qur’an tidak merinci secara eksplisit tanda-tanda sakaratul maut sebagaimana yang banyak berkembang dalam tradisi lisan. Namun, kitab suci umat Islam ini memberikan gambaran mendalam tentang detik-detik menjelang kematian. Dalam Surah Al-Waqiah ayat 83–85, dijelaskan kondisi ketika nyawa telah sampai di kerongkongan. Pada fase itu, manusia berada di ambang perpisahan dengan dunia, sementara orang-orang di sekitarnya hanya dapat menyaksikan tanpa mampu memberikan pertolongan.
Sementara itu, dalam Surah Qaf ayat 19 ditegaskan bahwa sakaratul maut datang membawa kebenaran. Ayat ini menegaskan bahwa kematian bukanlah peristiwa kebetulan, melainkan sebuah kepastian yang mengantarkan manusia pada realitas yang selama ini kerap diabaikan.
Dalam kajian para ulama, fase sakaratul maut tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, seperti melemahnya tubuh atau perubahan napas, tetapi juga menyentuh dimensi batin. Kesadaran manusia perlahan bergeser dari kehidupan dunia menuju alam yang belum pernah dialami sebelumnya. Al-Qur’an menyampaikan hal ini secara universal, agar setiap manusia dapat mengambil pelajaran tanpa terjebak pada detail yang sempit.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.