Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, JAKARTA — Anggota Komisi X DPR RI Melly Goeslaw menyuarakan perlunya perubahan mendasar dalam Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) agar sistem pendidikan Indonesia tidak lagi terjebak dalam pola yang kaku dan ketinggalan zaman. Ia mendorong agar regulasi tersebut membuka pintu selebar-lebarnya bagi sekolah untuk menyesuaikan struktur kurikulumnya sesuai tuntutan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang terus bergerak dinamis.
Dalam pandangannya, mata pelajaran yang diajarkan di sekolah seharusnya bisa ditambah, dikurangi, bahkan dirancang ulang mengikuti perubahan zaman. Melly secara khusus menyoroti pentingnya memasukkan muatan seputar ekonomi kreatif, kewirausahaan digital, pengembangan konten, dan bisnis berbasis teknologi ke dalam kurikulum nasional. Materi-materi tersebut, menurutnya, sudah saatnya diperkenalkan sejak jenjang SMP hingga SMA dan SMK, bukan menunggu hingga bangku perguruan tinggi.
Legislator yang juga dikenal luas sebagai musisi dan figur publik ini menegaskan bahwa pendidikan nasional tidak bisa terus-menerus bertumpu pada pola transfer ilmu konvensional. Generasi muda Indonesia harus dibekali dengan keterampilan yang relevan untuk menavigasi masa depan, termasuk kemampuan berwirausaha, berinovasi, dan menciptakan nilai ekonomi dari kreativitas mereka sendiri.
Melly menekankan bahwa sekolah perlu bertransformasi menjadi ruang yang mendorong siswa untuk berani mencoba, tidak takut gagal, dan menjadikan kesalahan sebagai bahan pembelajaran. Menurutnya, karakter pengambil risiko yang sehat dan terukur justru tumbuh subur dalam ekosistem pendidikan yang kreatif dan memberdayakan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.