Momentum Silaturahmi Lintas Komunitas
Biasanya, Megibung diselenggarakan menjelang berbuka puasa pertama atau sebagai wadah silaturahmi antartetangga. Yang menarik, warga non-muslim di sekitar lokasi juga kerap turut merasakan kehangatan kebersamaan ini, menunjukkan tingginya toleransi yang hidup dalam masyarakat Bali.
Di kampung-kampung muslim tua seperti Kepaon, Denpasar, dan Pulau Serangan, Megibung bahkan telah menjadi agenda tahunan yang dinanti-nantikan. Persiapan dilakukan beberapa hari sebelumnya, mulai dari memasak hingga menata nampan besar yang akan dinikmati bersama-sama.
Ragam Kuliner Nusantara dalam Satu Hidangan
Nasi menjadi hidangan utama yang disajikan, dilengkapi dengan berbagai lauk pauk khas Bali seperti ayam betutu, ikan, aneka sayuran, dan sambal yang menggugah selera. Tidak ketinggalan, kue-kue dan jajanan manis turut menghiasi meja untuk sajian berbuka puasa.
Beberapa komunitas bahkan menambahkan menu khusus Ramadan seperti kolak, bubur sumsum, atau es campur, memperkaya cita rasa kuliner Nusantara. Dengan demikian, Megibung juga berfungsi sebagai media pengenalan kekayaan kuliner tradisional kepada generasi muda.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.