Summarize the post with AI

Pionir Green Building dengan Teknologi Canggih

Masjid Nusantara bukan hanya unggul dari sisi arsitektur, tetapi juga menjadi pelopor konsep bangunan ramah lingkungan (green building) di Indonesia. Meski lahan yang tersedia mencapai 32 hektar, hanya sekitar 50 persen yang dibangun, sisanya dijaga sebagai ruang terbuka hijau.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah passive cooling – metode alami untuk menjaga suhu ruangan tetap sejuk tanpa bergantung sepenuhnya pada pendingin udara. Mengingat lokasi IKN yang berada dekat dengan garis khatulistiwa dan beriklim tropis, strategi ini sangat efektif untuk memberikan kenyamanan bagi jamaah.

“Ada beberapa indikator green building yang kami terapkan, mulai dari sistem pencahayaan yang hemat energi, sistem pendingin yang efisien, hingga ventilasi yang dihitung secara presisi,” ujar Basuki.

Masjid ini juga memanfaatkan energi terbarukan melalui pemasangan panel surya (solar panel) untuk mendukung kebutuhan listrik. Paparan sinar matahari yang konsisten sepanjang tahun di wilayah IKN dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan energi bersih dan berkelanjutan.

Tidak ketinggalan, sistem pengelolaan air juga sudah terkomputerisasi. Toren-toren air terintegrasi dengan sistem komputer yang akan memberikan peringatan otomatis jika kapasitas air menurun.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________

🏮
🏮
🏮
🟢
🟢
🌙 Hitung Mundur Hari Raya Idul Fitri 1447 H
0
Hari
0
Jam
0
Menit
0
Detik
PUNGGAWANEWS.COM