Summarize the post with AI
Arsitektur Unik Berkonsep Sorban dan Tawaf
Yang membedakan Masjid Nusantara dengan masjid-masjid lainnya adalah kubah yang berbentuk menyerupai gulungan sorban. Bentuk ini bukan sekadar estetika, melainkan sarat makna filosofis yang mendalam.
“Kubah ini terinspirasi dari gulungan sorban yang dipadukan dengan aktivitas tawaf saat ibadah haji,” jelas Basuki. Jika dilihat dari udara, bentuk kubah yang melingkar searah jarum jam menciptakan pola menyerupai galaksi Bima Sakti, melambangkan gerakan mengelilingi Ka’bah di Masjidil Haram.
Sorban sendiri dalam konteks masjid ini menjadi identitas keagamaan, penghormatan, serta keimanan. Warna putih yang mendominasi melambangkan kesucian, kerendahan hati, dan keagungan. Sementara bentuknya yang berputar merepresentasikan kerukunan dalam berbangsa, bernegara, dan beragama di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia.
Menara Tunggal Setinggi 99 Meter
Berbeda dengan masjid pada umumnya yang memiliki beberapa menara, Masjid Nusantara hanya memiliki satu menara setinggi 99 meter. Angka ini bukan tanpa makna – menara tunggal tersebut melambangkan keesaan Allah sekaligus mewakili 99 Asmaul Husna.
Desain menara yang menjulang dengan liukan ke atas mengartikan keilahian serta hubungan vertikal antara bumi dan langit, manusia dengan Sang Pencipta.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.