Summarize the post with AI
Produksi Tertinggi dan Perhatian Internasional
Langkah “gas pol” Amran terbukti membuahkan hasil signifikan. Data menunjukkan produksi pangan nasional dari Januari hingga Oktober mencapai 31,197 juta ton, menjadikannya produksi tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.
Kabar gembira datang dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang memproyeksikan produksi beras Indonesia di tahun 2025 akan mencapai 34,7 juta ton, naik 13,59% atau 4,15 juta ton dari tahun sebelumnya.
Keberhasilan ini menarik perhatian dunia. Kunjungan Menteri Pertanian Jepang, yang disebut Amran sebagai peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya, menunjukkan negara lain ingin memahami kenapa produksi pangan Indonesia naik sangat cepat. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) bahkan menilai Indonesia berpeluang menjadi produsen pangan terbesar kedua dunia setelah Brazil, menandai Indonesia sebagai kekuatan pangan global.
Ketegasan di Lapangan: Harga Stabil dan Pejabat Dicopot
Selain fokus pada produksi, Amran juga memastikan stabilitas harga. Saat inspeksi mendadak ke Pasar Legi Solo, ia menemukan harga beras stabil, dengan harga SPHP di Rp11.000/kg dan premium di Rp13.000/kg. Amran menekankan pangan tidak boleh menjadi alat provokasi politik.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.