BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) Indonesia saat ini berada dalam fase intensif di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Langkah-langkah ekstrem dan keputusan tanpa kompromi yang diambil Amran dalam beberapa pekan terakhir menandai arah baru kedaulatan pangan nasional.

Pemerintah menempatkan pangan sebagai prioritas strategis di tengah ancaman krisis global. Namun, kinerja Kementan akhir-akhir ini tidak hanya disorot karena lonjakan produksi, tetapi juga karena gugatan perdata senilai Rp200 miliar yang diajukan Amran kepada salah satu media nasional.

MANUVER AMRAN TANPA KOMPROMI, SWASEMBADA PANGAN INDONESIA MEMASUKI ERA BARU

Kuasa hukum Amran, Chandra Muliawan, menegaskan gugatan tersebut bukan upaya membungkam pers, melainkan untuk menjaga martabat 160 juta petani. Menariknya, dari total gugatan, kerugian material hanya Rp19 juta, sementara sisanya adalah kerugian imaterial yang terkait nama baik. Chandra juga mengklaim Amran tidak pernah mengambil gaji sebagai menteri dan sering menggunakan dana pribadi untuk kegiatan kementerian, menegaskan bahwa pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa sektor pangan adalah ranah sensitif yang harus dijaga integritasnya.

Tak lama setelah isu gugatan mencuat, Amran mengumumkan kebijakan mengejutkan: tidak ada lagi hari libur di Kementan.

“Kami biasa bekerja dulu baru bicara. Filosofinya jelas, pangan tidak bisa diatur dengan rapat-rapat panjang, tapi dari keringat di lapangan,” tegas Amran.

Kebijakan ini didorong oleh target ambisius Presiden Prabowo Subianto yang ingin mempercepat swasembada pangan dari 4 tahun menjadi 3 tahun, bahkan dicoba dalam 1 tahun.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________