Yang paling khas adalah masjid-masjid yang memadukan arsitektur Islam dengan gaya tradisional China: atap menyerupai pagoda, ukiran kayu dan batu bercorak China, namun tetap mempertahankan prinsip dasar bangunan masjid.
Pada tahun 1985 tercatat terdapat 1.715 masjid di Prefektur Otonom Linxia. Jumlah ini meningkat menjadi 3.588 masjid pada tahun 2011, menunjukkan betapa kuat dan mengakarnya Islam di kawasan ini.
Jantung Sufisme di China
Linxia juga dikenal sebagai salah satu pusat Sufisme terpenting di China. Berbagai tarekat besar berkembang di sini, seperti Naqsyabandiyah, Kubrawiyah, Khufiyah, serta kelompok Salafi-Wahabi yang terpengaruh ajaran Timur Tengah. Zikir dan tradisi spiritual menjadi bagian penting dari kehidupan religius masyarakat.
Di sekitar Linxia dan pegunungan sekitarnya, tersebar banyak makam sufi yang dikenal sebagai gongbei. Makam-makam ini adalah tempat peristirahatan para syekh dan ulama besar, sebagian di antaranya memiliki silsilah keturunan hingga Nabi Muhammad ﷺ. Hingga kini, makam para pendiri tarekat masih diziarahi oleh pengikut dari berbagai wilayah China.
Salah satu yang paling terkenal adalah Kompleks Makam Yubaba (Yubaba Gongbei), serta makam Ma Laichi—tokoh sufi paling berpengaruh di Linxia, dikenal juga sebagai Abu al-Futuh Ma Laichi. Ia merupakan ulama Naqsyabandiyah yang pernah menimba ilmu di Arab Saudi dan Yaman sebelum kembali menyebarkan ajaran tasawuf di China.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.