Pusat Spiritual dan Intelektual Islam
Selama berabad-abad, umat Islam di Linxia hidup berdampingan dan terintegrasi dengan masyarakat mayoritas. Mereka dapat mengekspresikan keyakinan secara terbuka dan menjadikan agama sebagai pusat kehidupan sosial. Tak heran jika Linxia berkembang menjadi salah satu pusat keagamaan, budaya, dan perdagangan terpenting bagi Muslim China, hingga dijuluki “Little Mecca of China”.
Hampir setiap gerakan besar Islam di China memiliki akar sejarah di Linxia. Dari kota inilah para ulama dan dai menyebarkan ajaran Islam ke berbagai wilayah China setelah kembali dari pusat-pusat keilmuan Islam di Timur Tengah.
Kota Modern dengan Wajah Islam yang Kuat
Sekilas, Linxia tampak seperti kota-kota China lainnya: bangunan abu-abu, jalan-jalan lebar, dan deretan bendera merah nasional. Namun ketika menatap langit kotanya, pemandangan berubah drastis. Kubah masjid dan menara menjulang menghiasi cakrawala—sebuah pemandangan kontras di negara yang secara resmi menganut paham ateisme.
Jalan-jalan kota dipenuhi laki-laki dan perempuan dengan busana khas Muslim China, menjadikan Linxia terasa berbeda dan hidup dengan identitasnya sendiri. Arsitektur masjid di kota ini pun sangat beragam. Ada masjid dengan empat menara dan kubah besar bergaya Timur Tengah, ada pula masjid berkubah tunggal dengan menara kecil seperti yang banyak ditemui di desa-desa.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.