Summarize the post with AI
Namun Pemkot Makassar di bawah kepemimpinan Munafri bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham memilih jalan berbeda. Alih-alih menempuh efisiensi dengan cara mengurangi tenaga kerja, pemerintah kota justru mendorong penguatan kapasitas fiskal dari sisi penerimaan daerah. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui intensifikasi sektor perpajakan serta pembukaan sumber-sumber ekonomi baru yang potensial.
“Kami tidak hanya mengandalkan dana transfer dari pusat. Upaya mengoptimalkan pendapatan daerah terus kami dorong agar kemampuan membiayai kebutuhan pegawai tetap terjaga,” jelas Munafri.
Ia menilai pendekatan ini jauh lebih terukur dan berdampak jangka panjang dibandingkan kebijakan pengurangan pegawai yang berpotensi memicu guncangan sosial dan ekonomi di kalangan masyarakat. Selain memperkuat sisi penerimaan, Pemkot Makassar juga intensif menekan potensi kebocoran pendapatan serta membenahi sistem pengelolaan keuangan daerah agar berjalan lebih transparan dan efisien.
Ambisi fiskal Kota Makassar untuk tahun 2026 pun terbilang cukup tinggi. PAD ditargetkan mencapai sekitar Rp2,3 triliun, sebuah angka yang dipatok di tengah tantangan berkurangnya dana transfer pusat hingga sekitar Rp500 miliar.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.