PUNGGAWANEWS, GAZA – Sistem pelayanan kesehatan di Jalur Gaza berada di ambang kehancuran total, meninggalkan ribuan pasien dan korban luka dalam kondisi kritis tanpa kepastian perawatan medis yang memadai, demikian menurut laporan sumber-sumber medis setempat.
Fasilitas-fasilitas kesehatan yang masih dapat beroperasi kini berjuang keras mempertahankan kelangsungan layanannya, berubah fungsi menjadi ruang penampungan bagi ribuan pasien yang nasibnya menggantung, seperti dilaporkan oleh kantor berita WAFA pada hari Senin (9/2).
Tenaga medis di lapangan menggambarkan situasi tersebut sebagai kolapsnya infrastruktur kesehatan secara menyeluruh. Fakta bahwa beberapa layanan masih dapat berjalan dipandang sebagai keajaiban tersendiri, mengingat skala kerusakan masif yang menghambat segala upaya rehabilitasi institusi medis di wilayah tersebut.
Kondisi darurat medis telah memasuki fase terburuknya. Bahkan kebutuhan dasar seperti obat penghilang rasa sakit menjadi barang langka bagi pasien-pasien yang berada dalam kondisi mengancam jiwa. Inventaris laboratorium dan persediaan bank darah dilaporkan hampir terkuras habis, sementara lebih dari setengah peralatan medis esensial dan farmasi krusial sudah tidak dapat diperoleh lagi.
Menurut keterangan sumber medis, layanan-layanan kritikal seperti onkologi (kanker), hematologi (kelainan darah), pembedahan, operasi kompleks, unit perawatan intensif, hingga pelayanan kesehatan dasar mengalami dampak paling parah dari krisis ini.
















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.