Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, BEIRUT – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan telah terjadi gelombang pengungsian massal di Lebanon dengan jumlah mencapai sekitar 100.000 jiwa menyusul serangkaian serangan militer Israel. Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Lebanon, Imran Riza, memperingatkan angka ini diprediksi akan terus meningkat seiring dengan instruksi evakuasi besar-besaran yang dikeluarkan pasukan Israel.
Dalam keterangannya kepada kantor berita Reuters, Sabtu (7/3), Riza menyebut kondisi yang terjadi dalam 48 jam terakhir sebagai situasi yang belum pernah dialami sebelumnya. “Ini merupakan kejadian yang tidak pernah kami hadapi sebelumnya, baik dari segi cakupan perintah evakuasi maupun tingkat kepanikan yang melanda seluruh wilayah Lebanon,” ungkap Riza seperti dikutip dari ANTARA.
Kapasitas Penampungan Mendekati Batas Maksimal
Data terkini menunjukkan sekitar 100.000 pengungsi kini tersebar di 477 lokasi penampungan darurat. Meski masih terdapat 57 shelter yang memiliki ruang tersisa, kapasitas penampungan tersebut dikhawatirkan akan segera penuh mengingat laju pengungsian yang terus berlanjut.
Riza menggambarkan situasi di lapangan sebagai kondisi kekacauan dan ketidakpastian. “Masyarakat bergerak tanpa arah yang jelas, mereka tidak tahu harus pergi ke mana. Saya yakin dalam waktu dekat jumlah pengungsi akan melonjak drastis,” jelasnya.
Sebagai ilustrasi, di salah satu shelter di Beirut, jumlah keluarga yang mengungsi meningkat pesat dari 90 keluarga menjadi 150 keluarga hanya dalam rentang waktu satu hari. Fenomena ini menjadi indikator kuat bahwa krisis pengungsian akan terus berkembang.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.