Summarize the post with AI
Kecaman Keras Lewat Saluran Diplomasi
Kurang dari sehari setelah dimulainya serangan pada 1 Maret, Korea Utara mengeluarkan pernyataan resmi melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri yang identitasnya tidak disebutkan. Menurut pengamat kebijakan Korea Utara, pemilihan metode penyampaian seperti ini memberikan fleksibilitas bagi kepemimpinan Pyongyang untuk menyampaikan pesan yang lebih tegas di kemudian hari jika situasi menuntut demikian.
Dalam keterangan tertulis tersebut, pemerintah Korea Utara mengecam keras aksi AS-Israel, menyebutnya sebagai “agresi ilegal” dan “pelanggaran berat terhadap kedaulatan negara berdaulat.” Pyongyang juga menilai operasi militer tersebut mencerminkan karakter hegemonik pemerintahan Washington, yang dinilai terus menyalahgunakan supremasi kekuatan militernya serta mengabaikan prinsip-prinsip hukum internasional.
Korea Utara lebih lanjut menuding Amerika Serikat sebagai aktor utama yang merusak stabilitas keamanan global sepanjang 12 bulan terakhir. Pyongyang mengajak negara-negara di kawasan untuk mengidentifikasi secara jelas pihak mana yang bertindak sebagai agresor serta ikut bertanggung jawab dalam upaya memulihkan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Kalkulasi Strategis: Risiko dan Peluang
Menurut kajian The Diplomat, kemungkinan keterlibatan Korea Utara dalam memasok senjata ke Iran membawa implikasi ganda—peluang keuntungan strategis sekaligus risiko yang tidak kecil bagi Pyongyang.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.