Berdasarkan Kajian Tafsir Surah As-Shaf Ayat 10-14 oleh Ustadz Adi Hidayat
PUNGGAWANEWS, Dalam kajian tafsir Surah As-Shaf ayat 10-14, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan konsep perniagaan terbaik menurut Al-Qur’an yang dimulai dengan panggilan kepada orang-orang beriman. Setiap ayat yang dibuka dengan seruan “Ya ayyuhalladzina aman” (Hai orang-orang yang beriman) menunjukkan bahwa keimanan menjadi syarat utama dalam memahami dan menerapkan konsep ini.
“Jika ada ayat dalam Al-Qur’an dibuka dengan kalimat iman, maka di situ iman kita dipertaruhkan. Apakah keadaan imannya kuat atau lemah,” jelas Ustadz Adi Hidayat. Keimanan yang kuat tercermin dari konsistensi dalam ibadah, terutama salat sebagai indikator utama, serta akhlak yang baik dalam bertutur kata.
Konsep Perniagaan yang Selalu Untung
Mengapa Allah Menggunakan Istilah “Perniagaan”?
Allah SWT menggunakan konsep perniagaan dalam menyampaikan pesan ini karena manusia secara alamiah selalu menimbang segala sesuatu dengan untung-rugi. Setiap keputusan yang diambil manusia, mulai dari memilih tempat ibadah, sekolah, hingga aktivitas sehari-hari, selalu dihitung berdasarkan manfaat yang akan diperoleh.
“Manusia cara berpikirnya senantiasa menghitung untung dan rugi, maka ditampilkan oleh Allah hitungan perniagaan yang terbaik,” ujar Ustadz Adi. Perniagaan terbaik adalah yang memberikan kemuliaan abadi dan kebahagiaan yang tidak pernah berubah.
Karakteristik Perniagaan Terbaik
Perniagaan terbaik menurut Al-Qur’an memiliki karakteristik unik:
- Selalu untung, tidak pernah rugi – Berbeda dengan bisnis duniawi yang kadang untung kadang rugi
- Memberikan kebahagiaan abadi – Bukan kesenangan sementara yang bisa berubah
- Berlaku dalam kehidupan yang kekal – Yaitu di akhirat, bukan di dunia yang sifatnya fana
Dunia sebagai Tempat Persiapan
Hukum Dunia vs Hukum Akhirat
Ustadz Adi menjelaskan perbedaan fundamental antara kehidupan dunia dan akhirat:
Dunia:
- Tempat ibadah dan ujian
- Situasinya selalu berubah (kadang senang, kadang sedih)
- Ada saat untung dan saat rugi
- Berfungsi melatih kesabaran dan syukur
Akhirat:
- Kehidupan abadi yang tidak berubah
- Kondisinya tetap selamanya
- Surga selalu nikmat, neraka selalu siksa
“Orang yang cerdas mempersiapkan kehidupan akhiratnya. Dia niagakan aktivitas dunianya untuk mendapatkan keuntungan yang sifatnya abadi di akhirat,” tegas Ustadz Adi.
Pentingnya Menyiapkan Bekal Akhirat
Seperti halnya berpindah tempat membutuhkan bekal, perpindahan dari dunia ke akhirat juga memerlukan persiapan khusus. Bekal untuk akhirat tidak berupa materi duniawi, melainkan amal saleh yang didorong oleh keimanan.
Transformasi Amal Menjadi Amal Saleh
Formula Amal Saleh
Ustadz Adi memberikan formula sederhana namun mendalam:
- Amal biasa = Perbuatan tanpa landasan iman
- Amal Saleh = Amal + Iman = Ibadah yang bernilai hasanah
“Kapan amal itu menjadi saleh? Ketika didorong oleh iman. Setelah Allah mengatakan diselamatkan dari siksa neraka, ubah semua kegiatan karena iman, karena Allah.”
Sistem Perhitungan Pahala
Al-Qur’an Surah Al-An’am ayat 160 menjelaskan bahwa setiap hasanah (perbuatan baik) dihitung 10 kali lipat oleh Allah. Namun bukan hitungan matematis sederhana, melainkan perhitungan dengan skala waktu akhirat yang sangat panjang.
Implementasi Praktis: Kurikulum Kehidupan
Perencanaan Aktivitas Harian
Ustadz Adi menyarankan pendekatan sistematis dalam menjalani hidup:
- Buat pemetaan aktivitas 24 jam – Dari bangun tidur hingga tidur kembali
- Niatkan setiap kegiatan untuk mencari ridha Allah – Ini yang disebut fisabilillah
- Manfaatkan waktu perjalanan – Untuk dzikir, membaca Quran, atau sholawat
- Jadikan rutinitas sebagai investasi akhirat – Misalnya menghafal Al-Qur’an selama perjalanan
Contoh Penerapan dalam Bisnis
Ketika berbisnis dengan landasan iman:
- Tidak mencuri atau menipu
- Menghindari sogok-menyogok
- Terhindar dari korupsi
- Menjauhi transaksi riba
“Dagangnya tetap itu, cuman dagangnya pakai iman. Kalau dagang pakai iman enggak akan mencuri, enggak akan menipu, enggak akan nyogok.”
Kebahagiaan Dunia dan Akhirat
Keseimbangan Dunia-Akhirat
Konsep perniagaan Al-Qur’an tidak mengabaikan kehidupan dunia. Tokoh-tokoh seperti Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf menjadi contoh bagaimana keimanan yang kuat menghasilkan kesuksesan luar biasa di dunia sekaligus menjamin kebahagiaan akhirat.
Para sahabat Nabi yang menerapkan konsep ini mencapai tingkat tertinggi dalam berbagai bidang:
- Dalam ilmu: Menguasai bahasa asing hanya dalam 3 hari
- Dalam ekonomi: Menjadi sangat kaya dalam waktu singkat
- Dalam kepemimpinan: Menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana
Tanda-Tanda Akhir yang Indah
Bagi mereka yang menjalani konsep perniagaan ini, Allah akan menampakkan hasil amal mereka menjelang ajal. Inilah yang dimaksud dengan “nafsul muthmainnah” dalam Al-Qur’an Surah Al-Fajr ayat 27-30, di mana jiwa yang tenang akan melihat keindahan pahala yang telah dikumpulkan.
Kesimpulan
Konsep perniagaan terbaik menurut Al-Qur’an mengajarkan transformasi fundamental dalam cara pandang hidup. Bukan sekadar menjalankan ritual keagamaan, melainkan menjadikan seluruh aktivitas kehidupan sebagai investasi untuk kebahagiaan abadi di akhirat.
Kunci utamanya terletak pada keimanan yang kuat sebagai landasan, kemudian mentransformasi setiap amal menjadi amal saleh melalui niat yang ikhlas karena Allah. Dengan demikian, kehidupan dunia menjadi ladang untuk menuai kebahagiaan akhirat yang tidak pernah berubah.
Sebagaimana doa yang sering kita panjatkan: “Rabbana atina fi’d-dunya hasanatan wa fi’l-akhirati hasanatan” – memberikan kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, itulah hakikat perniagaan terbaik yang ditawarkan Al-Qur’an.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.