Summarize the post with AI

Tiga Negara Paling Terpukul

Dalam analisis yang dilakukan Yesar Al-Maleki dari Middle East Economic Survey (MEES), Qatar, Kuwait, dan Bahrain disebut sebagai negara-negara yang paling rentan terhadap dampak konflik ini. Keterbatasan jalur ekspor alternatif membuat ketiga negara tersebut sangat bergantung pada keamanan Selat Hormuz untuk menjaga kelangsungan ekspor energi mereka.

Lembaga keuangan global Goldman Sachs bahkan memproyeksikan skenario yang lebih mengkhawatirkan. Jika konflik berlanjut hingga akhir April mendatang, Produk Domestik Bruto (PDB) Qatar dan Kuwait diperkirakan akan menyusut hingga 14 persen. Meskipun Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi juga mengalami tekanan ekonomi, kedua negara ini relatif lebih terlindungi berkat ketersediaan jaringan pipa minyak alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk mengalihkan jalur ekspor.

Lumpuhnya Mobilitas Udara dan Pariwisata

Dampak konflik tidak hanya menyasar sektor energi, tetapi juga melumpuhkan industri penerbangan regional. Data dari Cirium mencatat lebih dari 37.000 penerbangan terpaksa dibatalkan dalam periode 28 Februari hingga 8 Maret—sebuah angka yang mencerminkan besarnya gangguan terhadap mobilitas udara di kawasan tersebut.

Sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan ekonomi negara-negara Teluk juga mengalami pukulan telak. World Travel & Tourism Council memperkirakan kawasan ini mengalami kerugian mencapai 600 juta dolar AS setiap harinya akibat anjloknya belanja wisatawan mancanegara. Angka tersebut belum termasuk kerugian dari sektor-sektor terkait seperti perhotelan, restoran, dan jasa transportasi lokal.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________

🏮
🏮
🏮
🟢
🟢
🌙 Hitung Mundur Hari Raya Idul Fitri 1447 H
0
Hari
0
Jam
0
Menit
0
Detik
PUNGGAWANEWS.COM